BERITA

  • Akhlak Mulia Vs IPTEK

    Akhlak Mulia Vs IPTEK

    Manusia adalah makhluk yang paling mulia diciptakan oleh Tuhandan akan menampakkan kemuliaannya apabila pada dirinya melekat pendidikan akhlak yaitu akhlak mulia. Sebaliknya manusia akan menjadi makhluk yang paling rendah nilainya, apabila manusia kehilangan kemanusiaannya yang dilekatkan oleh Tuhankepada manusia.

    Arus globalisasi telah membawa dampak yang luas bagi kehidupan masyarakat. Kehidupan yang kompetitif, materialistis, hedonis dan terjadinya pergeseran nilai/budaya merupakan ciri budaya masyarakat akibat globalisasi.

    Kondisi semacam ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa atau mereka yang bersentuhan lansung dengan IPTEK, seperti ilmuwan, pengusaha atau lainnya, tetapi juga para remaja dan anak-anak sekolah mulai dari siswa pra sekolah (Play group dan Taman kanak-kanak), sekolah menengah bahkan sampai para mahasiswa.

    Temuan IPTEK telah menyebarkan hasil yang membawa kemajuan dan dampaknya terasa bagi kehidupan seluruh umat manusia. Semua hasil temuan IPTEK di satu sisi harus diakui telah secara nyata mempengaruhi bahkan memperbaiki taraf dan mutu hidup manusia. Di sisi lain produk temuan dan kemajuan IPTEK juga telah mempengaruhi bangunan kebudayaan dan gaya hidup manusia, terutama dalam mempengaruhi moral peserta didik akibat dari penggunaan kemajuan IPTEK yang kurang selektif. Pengaruh dari pandangan hidup yang modern yang rasionalis, individualis, egois dan materialistis yang berlebihan sangat memprihatinkan, karena mempunyai pengaruh negatif terhadap peserta didik.

    Salah satu pengaruh negatif terhadap peserta didik adalah tayangan-tayangan program acara televisi yang tidak mendidik. Banyak sekali diproduksi sinetron-sinetron yang kita jumpai disetiap hari pada hampir semua stasiun televisi tentang sinetron yang bersetting kehidupan anak-anak sekolah, namun isinya seputar perebutan pacar dan persaingan kekayaan, pergaulan bebas, yang berujung pada permusuhan, persekongkolan dan balas dendam. Sekolah digambarkan seolah-olah bukan lagi tempat belajar, tetapi menjadi kehidupan anak-anak ABG yang setiap hari hanya memikirkan cinta dan gengsi.

    Sangat jarang atau bisa dikatakan sama sekali tidak tergambar kehidupan cerita anak-anak sekolah yang semangat belajar, indahnya berprestasi, suasana sekolah yang menyenangkan, menghormati guru dan segala aktifitas belajar yang seharusnya dinikmati para peserta didik. Hal seperti itulah yang banyak mempengaruhi sikap dan perilaku peserta didik dan telah mengurangi kesadaran bahkan keinginan peserta didik untuk belajar.

    Anak-anak laksana mutiara di tengah kotornya polusi zaman. Kesucian hatinya, kejernihan akalnya, keluhuran budinya dan kesehatan fisiknya menjadi tanggung jawab semua. Mereka adalah calon penerus dan pewaris kepemimpinan bangsa ini. Di tangan merekalah kemajuan, nasib, corak dan warna bangsa di masa yang akan datang dibebankan. Anak-anak yang kuat imannya, cerdas akalnya, luhur budinya, dan kuat fisiknya merupakan dambaan keluarga, masyarakat/umat dan bangsa.

    Telah di sadari bahwa anak merupakan amanah Tuhanyang harus dijaga dan dibina, hatinya yang suci adalah permata yang sangat mahal harganya. Jika dibiarkan berbuat kejahatan dan dibiarkan seperti binatang, ia akan celaka dan binasa. Sedangkan memeliharanya adalah dengan upaya mengajarinya pendidikan akhlak yang baik

Bagikan...

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks