HALAMAN

  • Profil

    Nama Sekolah :  SMAN 2 Balige
    Tahun Operasional Sekolah :  1991
    Akreditasi BAN :  A Tahun 2010 s.d 2015
    Penyelenggaraan Sekolah :  Pagi 07.30 s.d 14.00
    NIS :  300750
    NSS :  301070817075
    Alamat Sekolah :  Jalan Kartini Soposurung Balige 22312
    Telepon / Fax :  (0632 ) 21385
    Kab./Kota :  Toba Samosir
    Propinsi :  Sumatera Utara

     

    Kabupaten Toba Samosir , Sumatera Utara memiliki puluhan sekolah negeri maupun swasta. Dari puluhan sekolah yang terdapat di daerah dengan ibukota Balige tersebut, tak banyak yang selalu menorehkan prestasi. Adalah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)  2 Balige yang  terbilang ‘rajin’ menorehkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik. Tentu saja, prestasi tersebut  membuat sebagian besar  lulusannya menjadi pelanggan diterima di universitas ternama di Indonesia maupun luar negeri.

    SMAN 2 Balige tak terpisahkan dari Yayasan Soposurung Balige (Yasop).  Adalah Tiopan Bernhard Silalahi atau TB Silalahi sebagai pemrakarsa Yasop berkeinginan agar yayasan tersebut dapat  berbakti bagi  bangsa dan negara lewat bidang pendidikan di Indonesia, khususnya di kawasan Tapanuli. Pada 1990 didirikanlah Yayasan Soposurung atau sering juga disebut sekolah berasrama.

    Menurut Kepala Sekolah SMAN 2 Balige Soposurung, Danjor Nababan, sekolah yang didirikan pada 1991 dan Yasop dapat diibaratkan  mata uang, dua sisi yang berbeda tapi satu tujuan dalam menyelenggarakan pendidikan nasional. “Satu sekolah dua  sisi. Satu sisi sekolah milik pemerintah, satu lagi milik swasta Soposurung,” jelasnya.

    Artinya, siswa-siswi asrama Yasop belajar secara regular dan tercatat sebagai murid SMAN 2 Balige yang dipimpin oleh kepala sekolah. Mereka sering disebut murid plus. “Dari jam 7.30-14.00 siang  mereka belajar di sini. Setelah itu, mereka kembali ke asrama diasuh di Yasop yang dipimpin  kepala asrama,” ujar Danjor yang sudah tiga tahun menjabat kepala sekolah.

    Hanya saja yang membedakan sekolah ini dengan sekolah lain, lanjut Danjor adalah pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Dalam arti, tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP ini melibatkan guru, karyawan dan komite sekolah serta para ahli dari perguruan tinggi setempat. Selain itu, sekolah tersebut  juga diperbolehkan mengadopsi kurikulum luar untuk mengembangkan kurikulum KTSP tersebut.

    Ia menambahkan, pendidikan karakter menjadi yang utama ditanamkan di sekolah ini. Kalau sekarang Mendiknas mencanangkan pendidikan karakter, kami dari dulu sejak sekolah ini berdiri sudah menerapkan pendidikan karakter. Penekanan pendidikan karakter ini, tambah Danjor,  seperti pentingnya sopan santun, ramah tamah, tegur sapa dan bagaimana mereka menjadi manusia yang berkarakter. Jadi jangan heran, jika Anda masuk lingkungan sekolah ini, siapa pun yang lewat harus disapa. “Tegur sapa ini dibudayakan kepada mereka yang datang, bahkan presiden sekalipun,” akunya.

    Hal senada juga diungkapkan Kepala Asrama Yasop, Halasan Sitorus. Model pendidikan yang diterapkan Yasop sejak berdiri pada 1992 adalah pembinaan berbasis karakter. “Banyak orang pintar tapi tidak berkarakter. Kalau karakternya bagus, pasti prestasinya juga bagus,” jelas jebolan Yasop pada 1999 ini.

    Untuk masuk ke Yasop sambungnya, sangat sulit dan harus melewati beberapa tes. Lulusan Yasop tak hanya mampu memimpin saja tapi harus bisa menjadi pemimpin usaha.

    Di asrama juga mereka melakukan penambahan kurikulum dan pendalaman materi, dibantu bimbingan tes dari medica. “Inilah kelebihan dari sekolah berasrama Yasop ini,” jelasnya.

    Halasan mengakui bahwa Yasop terikat perjanjian dengan Dinas Pendidikan selama 30 tahun ke depan dan sudah diperbaiki dengan pemerintah Kabupaten Toba Samosir dengan waktu tidak ada limit. Karena itu, Yasop akan terus membenahi diri untuk mendampingi SMAN 2 Balige, karena bagaimana pun SMAN 2 Balige milik pemerintah.

    Untuk mempermudah koordinasi di sekolah, murid plus ini dikumpulkan dalam satu ruangan. Bahkam untuk meningkatkan kualitas, hampir setiap bulan TB Silalahi yang selalu mendatangkan menteri dan pengusaha baik dari dalam maupun luar negeri untuk memberikan motivasi dan menambah wawasan murid Yasop. Begitu pesatnya prestasi hingga sekolah asrama ini pernah diusulkan masuk Museum rekor Indonesia (MURI)  lantaran merupakan sekolah di Indonesia  yang paling banyak dikunjungi menteri.

    Bagaimana dengan tenaga pengajar? Menurut Danjor, tenaga pengajar di SMAN 2 Balige ini berjumlah 55 orang, 46 pegawai negeri sipil (PNS),  tiga  pengajar dari Yasop,  dan selebihnya merupakan tenaga honorer. Selain itu, ada juga pengajar luar negeri berasal dari Singapura, China untuk mempercepat penguasaan bahasa inggris. “Semua tenaga pengajar di sini adalah yang terbaik dan guru-guru pilihan,” tukas Danjor.

    Sementara di Yasop, selain Kepala Asrama, Wakil Kepala Asrama, enam  tenaga pengajar dan empat orang pengawas dari militer untuk memastikan semua jadwal bisa berjalan dengan baik.

    Langganan Universitas Ternama

    Melihat kurikulum , kualitas pengajar dan sistem pengajaran yang berkualitas, sekolah tersebut mampu menghasilkan murid yang berkualitas pula. Dijelaskan Danjor ini. sejak tamatan pertama pada 1993, yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dari SMAN 2 Balige (non Yasop) sebesar 5 persen. Pada 2001, mencapai 65 persen masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Jumlah tersebut terus meningkat  sampai 82 persen. Terakhir pada 2012 mencapai 97 persen. Seluruh lulusannya berhasil masuk ke perguruan tinggi ternama diantaraaya Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB),  Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Padjajaran (UNPAD) , Universitas Sebelas Maret , Universitas Diponegoro (UNDIP), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Sumatera Utara (USU), Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Universitas Pelita Harapan (UPH).

    Yasop juga tak kalah hebat, setelah 22 tahun beroperasi, hasilnya sangat membanggakan. Seluruh lulusan sekolah tersebut berhasil lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru di PTN diantaranya UI, ITB, ITS, UNPAD, UNDIP, UNAIR, USU, UGM, dan PTN favorit lainnya. Tak hanya itu, beberapa beasiswa juga menghampiri  lulusan Yasop. Seperti Tunghai University Taiwan bersedia memberikan beasiswa untuk kuliah di sana. Tidak tanggung-tanggung, mereka memberikan gratis beasiswa kuliah dari S-1 hingga S-3.

    Dari Olimpiade Sains Sampai Karate

    Beberapa prestasi akademik yang pernah ditorehkan sekolah ini diantaranya juara Olimpiade Sains Tingkat Nasional dan Kabupaten. Baru-baru ini pada hari pendidikan nasional, pemerintah Kabupaten Toba Samosir memberikan penghargaan kepada siswa-siswi Kabupaten Toba Samosir berprestasi dari semua pelajaran. Hanya satu pelajaran yang tidak digondol SMAN 2 Balige yaitu pelajaran astronomi.

    Danjor melihat dari berbagai perlombaan akademik berlangsung, faktor biaya menjadi alasan utama mengapa SMAN 2 Balige belum maksimal. “Ini kan sekolah di desa, informasi yang didapat murid dan guru sebatas yang ada saja. Berbeda dengan sekolah yang berada di kota. Mereka dibantu oleh para pakar dan dosen yang mudah mereka datangkan dengan biaya yang mendukung. Maka, wajar bila  sekolah yang di kota sering meraih juara-juara nasional maupun internasional,” jelasnya.

    Selain berprestasi di bidang seni, sekolah ini  juga bersinar lantaran kerap menjadi langganan juara  karate tingkat provinsi, bahkan di tingkat Asia Tenggara .

    Sumber : Sumut Invest

Bagikan...

KOMENTAR

HALAMAN LAINNYA